Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 22 Mar 2019 09:08

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin cenderung berlangsung volatile yang ditutup naik terbatas 0,3% di level 6.501,8. RDG Bank Indonesia kemarin memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-days RRR pada level 6% sekaligus merespon ditahannya suku bunga acuan AS, FFR pada level 2,5%. Penopang pergerakan menguat IHSG adalah aksi selektive buy investor atas saham-saham berbasis sektoral pertambangan, industri dasar, properti, infrastruktur, finanasial dan manufaktur. Sementara itu, saham-saham berbasis sektoral perkebunan, aneka industri, konsumer dan perdagangan ditutup melemah sejalan dengan adanya aksi tekanan jual. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 90 miliar. Pada pagi ini, bursa Asia dibuka menguat berkat adanya sentimen penguatan bursa AS yang cukup signifikan dimana indeks Nikkei 225 naik 0,3% dan indeks KOSPI naik 0,4%. Penguatan saham-saham perbankan, IT dan produsen chip mempimpin penguatan bursa Asia tersebut. Dengan melihat sentiman AS dan Asia tersebut, kami memperkirakan IHSG pada perdagangan akhir pekan ini ditutup menguat dengan kisaran berada pada level 6.470 – 6.535.

Global Update

Bursa AS pada perdagangan tadi malam ditutup menguat signifikan ditopang oleh data ekonomi makro AS diatas ekspektasi dimana indeks aktivitas mid-Atlantic factory. Alhasil rilis data ekonomi ini mendorong terjadinya penguatan saham-saham berbasis IT sekaligus mendorong terjadinya penguatan indeks Dow Jones sebesar 0,8% ditutup di level 25.962,5 (mendekati rekor tertinggi penutupan dalam 5 bulan). Kebijakan The Fed untuk bersikap lebih hati-hati dalam penaikan FFR tahun ini dimana hasil keputusan pertemuan FOMC menahan FFR di level 2,5% mendorong terjadinya penguatan nilai tukar dolar AS. Sementara itu, potensi tidak dihailkannya kesepakatan kelanjutan Brexit oleh Uni Eropa menyebabkan nilai tular Euro dan Poundsterling mengalami pelemahan. Indeks DJ Euro Stoxx ditutup turun tipis 0,1% di level 3.367,4 sedangakn indeks FTSE 100 ditutup naik 0,9% di level 7.355,3 lebih terkontribusikan dari sentimen penguatan bursa AS. 

News Highlights                               

Ø  MEDC Naikkan Nilai Akuisisi Saham Ophir

Ø  MEDC Raih Pendanaan US$222 Juta untuk PLTGU

Ø  Pabrik Baru KRAS Siap Beroperasi

Ø  Penjualan HMSP Tumbuh 7,7%

Ø  Laba ASII Meningkat 18,4%

Ø  LPKR Bayar Kewajiban Jangka Pendek

Ø  Kembangkan Konsesi, WEGE Alokasikan 71% Capex

Ø  WEGE bagikan dividen Rp 133,28 miliar

Ø  WEGE Bidik Kontrak Baru Rp11,98 T

Ø  MYOH cetak pendapatan US$ 241,1 juta di 2018

Ø  PRDA cetak laba bersih 2018 Rp 175,5 miliar

Ø  Laba PJAA Tumbuh Flat

Ø  MMLP Bidik EBITDA Tumbuh 20%

Ø  Laba ICBP Melonjak 31,5%

Ø  BI 7DRR Tetap 6% 

Berita Emiten

Friday , 22 Mar 2019 09:11

MEDC Naikkan Nilai Akuisisi Saham Ophir

MEDC meningkatkan penawaran tunai final untuk mengambil alih seluruh saham Ophir dari £390,6 juta menjadi £408,4 juta atau setara dengan Rp7,6 triliun. Perseroan akan menggunakan pinjaman sindikasi perbankan senilai total US$ 550 juta yang sebagian besar akan digunakan untuk akuisisi Ophir Energy tersebut.

MEDC Raih Pendanaan US$222 Juta untuk PLTGU

MEDC melalui cucu usahanya, PT Medco Ratch Power Riau menandatangani perjanjain kredit senilai US$222 juta bertenor 20 tahun yang akan digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) berkapasitas 275 MW di Riau, dari konsorsium internasional beranggotakan Asian Development Bank, International Finance Corp, MUFG Bank Ltd, dan Sumitomo Mitsui Banking Corp.

Pabrik Baru KRAS Siap Beroperasi

Rangkaian proyek klaster baja 10 juta ton milik KRAS siap bergerak menyusul segera beroperasinya pabrik baja lembar panas (hot strip mill) II berkapasitas 1,5 juta ton per tahun. Pada bulan April, pabrik HSM II tersebut akan memasuki fase mechanical completion dan mulai beroperasi 2 bulan setelahnya. Dengan adanya fasilitas baru tersebut, kapasitas perseroan mencapai 7 juta ton, atau masih terdapat kekurangan 3 juta ton untuk mencapai target 10 juta ton.

Penjualan HMSP Tumbuh 7,7%

Sepanjang 2018, HMSP membukukan penjualan sebesar Rp106,7 triliun, tumbuh 7,72% YoY dari Rp99,09 triliun pada 2017. Sejalan, laba bersih perseroan tercatat meningkat 6,84% YoY dair Rp12,67 triliun menjadi Rp13,54 triliun pada 2018.

Laba ASII Meningkat 18,4%

ASII meraih pendapatan bersih sebsear Rp239,21 triliun di 2018, atau meningkat 16,09% YoY dari Rp206,06 triliun dari tahun sebelumnya. Adapun laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp27,37 triliun, naik 18,39% YoY dari Rp23,12 triliun pada 2017.

LPKR Bayar Kewajiban Jangka Pendek

LPKR meraih kucuran dana dari pemegang saham perseroan, yakni PT Inti Anugerah Pratama (IAP) sebesar US$280 juta yang akan digunakan untuk membayar kewajiban jangka pendek perseroan. Adapun per 2018, perseroan memiliki total liabilitas sebesar Rp24,33 triliun, yang terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp8,2 triliun dan jangka panjang Rp16,13 triliun.

Kembangkan Konsesi, WEGE Alokasikan 71% Capex

WEGE mengalokasikan 71% dari total capex Rp1,1 triliun pada tahun ini untuk mengembangkan bisnis konsesi. Adapun proyek konsesi yang sudah berjalan antaralain de Braga Hotel Bandung dan Perkantonran Mandiri Proklamasi, dan saat ini perseroan tengah megnikuti tender konsesi kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) bandara, rumah sakit, dan badan usaha yang menjadi konsesi pada social infrastructure lainnya.

WEGE bagikan dividen Rp 133,28 miliar

WEGE akan bagikan dividen sebesar Rp 133,28 miliar atau setara 30% dari laba bersih tahun 2018. Dengan demikian, nilai dividen per lembar saham Rp 13,924. 

WEGE Bidik Kotnrak Baru Rp11,98 T

WEGE tengah mengincar kontrak baru sebesar Rp 11,98 trilliun (+32,65% YoY) dan menargetkan pendapatan sebesar Rp 7,72 trilliun. Adapun total kontrak yang bisa dijaring selama tahun ini sekitar Rp 22,78 trilliun, naik 40,27% dari realisasi tahun lalu, terdiri dari kontrak baru sebesar Rp 11,98 trilliun dan carry over sebesar Rp 10,8 trilliun. Perinciannya, kontrak baru dari pemerintah sebesar 36%, proyek BUMN sebesar 31% dan swasta sebesar 33%.

MYOH cetak pendapatan US$ 241,1 juta di 2018

MYOH membukukan perolehan pendapatan 2018 senilai US$ 241,1 juta naik sebesar 28,2% YoY dibandingkan dengan pendapatan 2017 senilai US$ 188,1 juta. Laba bersih perseroan pada periode yang sama melonjak sebesar 2,5 kali lipat dari US$ 12,3 juta menjadi US$ 30,9 juta.

PRDA cetak laba bersih 2018 Rp 175,5 miliar

PRDA membukukan pendapatan tahun 2018 senilai Rp 1,60 triliun naik sebear 9,1% YoY dibandingkan dengan pendapatan 2017 Rp 1,47 triliun. Laba bersih perseroan tercatat naik sebesar 16% YoY pada periode yang sama dari Rp 150,8 miliar menjadi Rp 175,5 miliar.

Laba PJAA Tumbuh Flat

PJAA mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar Rp233,38 miliar sepanjang 2018 atau tumbuh tipis 1,4% YoY dari Rp220,21 miliar. Adapun pendapatan usaha perseoran tercatat senilai Rp1,28 triliun atau naik 3,5% YoY dair Rp1,24 triliun. Dari segi ekspansi, tahun ini perseroan berencana mengembangkan sejumlah wahana baru di Dufan dan multistructure di Atlantis Water Adventures dan revitalisasi wahana putri duyung. Total capex yang dianggarkan mencapai Rp1,1 triliun multiyear.

MMLP Bidik EBITDA Tumbuh 20%

Pada tahun ini, MMLP memproyeksikan EBITDA tumbuh 20% YoY ditopang tren permintaan sewa pergudangan yang cukup baik, terutama dari segkor FMCG, logistic dan e-commerce. Tahun ini, warehouse tahap II perseroan di Depok akan rampung dan akan disewakan kepada Lazada seluas 35.000 m2.

Laba ICBP Melonjak 31,5%

PEnjualan ICBP sepanjang 2018 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 7,88% YoY dair Rp35,61 triliun pada 2017 menjadi Rp38,41 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai Rp4,66 triliun atau melonjak 31,5% YoY.