Daily Views

Bursa Hari Ini

Monday , 19 Nov 2018 09:48

Market Movement

IHSG pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat signifikan sebesar 1% menyentuh level 6.012,4 ditopang oleh maraknya aksi akumulasi beli investor yang melanda di keseluruhan indeks sektoral IHSG dipimpin oleh penguatan saham-saham sektoral infrastruktur, industri dasar, perkebunan, finansial dan properti. Investor asing membukukan transaksi net buy senilai Rp 1,7 triliun yang membuat transaksi net sell YTD 2018 menyusut menjadi senilai Rp 45 triliun, Nilai tukar Rupiah berlanjut mengalami penguatannya dari Rp 14.604,- per dolar AS menjadi Rp 14.549,- per dolar AS sedangkan harga minyak dunia masih berada di level yang rendah US$ 56 per barel yang dapat diekspektasikan dapat mendorongi perbaikan defisit neraca perdagangan RI kedepannya. IHSG pada perdagangan awal pekan ini kami perkirakan berpotensi marak terjadi aksi profit taking dan menguji level resisten psikologis level 6.000-an. Kami perkirakan IHSG akan cenderung terbatas pergerakannya antara 5.950-6.075.

Global Update

Bursa AS pada perdagangan akhir pekan ditutup cenderung bervariasi dimana indeks Dow Jones dan S&P 500 terjadi penguatan yang terbatas masing-masing sebesar 0,5% dan 0,2% di level 25.413,2 dan di level 2.736,3 sejalan dengan sinyal optimisme semakin meredanya tensi perang dagang AS dan Tiongkok setelah adanya pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang berencana tidak mengenakan tariff impor tambahan atas impor produk asal Tiongkok. Sementara itu, indeks Nasdaq tercatat terkoreksi 0,2% ditutup pada level 7.247,9 dipicu oleh anjloknya harga saham Nvidia Corp pasca indikasi manajemen atas terjadinya penurunan mata uang krypto merupakan penyumbang utama terjadinya penurunan penjualan perseroan. Bursa Eropa ditutup terkoreksi akibat kekhawatiran investor atas ketidakpastian atas aksi realisasi Brexit. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup melemah 0,3% di level 3.180,7 dan di level 7.013,9. 

News Highlights

Ø TPIA Rilis Obligasi Rp 500 M

Ø SSMS targetkan volume penjualan CPO 400 ribu ton

Ø Penjualan alat berat INTA 9M17 capai 722 unit

Ø HRUM targetkan penjualan batubara 2018  4,8 juta ton

Ø MDKI operasikan pabrik carbide desulphuriser April tahun depan

Ø MDKI akan mengoperasikan pabrik produksi carbide desulphuriser

Ø POLA Targetkan Belanja Modal Rp28 Miliar pada 2019

Ø BI revisi Turun Pertumbuhan Ekonomi 2019

Ø PNBP Tambang Diproyeksi tembus Rp 43 T 

Berita Emiten

Monday , 19 Nov 2018 09:51

TPIA Rilis Obligasi Rp500 M

TPIA menetapkan rentang kupon 9,75-11% untuk PUB II obligasi tahap I tahun 2018 senilai Rp 500 miliar. Surat utang ini bagian dari penawaran PUB II Chandra Asri Petrochemical dengan target penghimpunan dana Rp 2 triliun. 80% dana hasil emisi obligasi untuk melunasi pinjaman perbankan yang jatuh tempo pada Maret 2019, dan sisanya capex, yang secara spefisik dialokasikan untuk proyek methyl tertiary buty lether (MTBE) and Butene-1.

SSMS targetkan volume penjualan CPO 400 ribu ton

SSMS menargetkan volume produksi dan penjualan CPO hingga akhir tahun ini dapat menembus 400 ribu ton ditopang oleh produksi tandan buah segar (TBS).

Penjualan alat berat INTA 9M17 capai 722 unit

INTA membukukan penjualan alat berat di 9M18 sebanyak 722 unit tumbuh sebesar 59,7% YoY dibandingkan dengan penjualan alat berat 9M17 sebanyak 452 unit. Penjualan ini telah tereaslisasi sebesar 89,4% dari target penjualan alat berat perseroan tahun ini sebanyak 808 unit. 

HRUM targetkan penjualan batubara 2018  4,8 juta ton

HRUM menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara pada 2018 mencapai 4,8 juta ton dimana perseroan menargetkan kenaikan penjualan batu bara sebesar 1,5 juta—1,7 juta tondi 4Q18.

MDKI operasikan pabrik carbide desulphuriser April tahun depan

MDKI akan mengoperasikan pabrik produksi carbide desulphuriser pada April 2019. Carbide desulphurisermerupakan bahan yang digunakan untuk memisahkan kandungan sulfur dalam produksi besi.

POLA Targetkan Belanja Modal Rp28 Miliar pada 2019

POLA menargetkan belanja modal antara Rp25 miliar-Rp28 miliar tahun depan yang akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur Teknologi Informasi (TI).