Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 13 Sep 2019 08:45

Market Movement

IHSG ditutup melemah -0.62% ke level 6,342 di saat mayoritas saham lainnya di Asia bergerak menguat. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 492 dengan Rupiah menguat +0.5% ke level US$ 13,994. Pada perdagangan pagi ini Bursa Asia dibuka menguat dimana indeks Nikkei dan Kospi masing-masing sebesar +0,38% dan +0,84% di tengah harapan mencairnya hubungan perdagangan AS-China dan ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan memulai gelombang pelonggaran moneter. Dari dalam negeri, adanya aksi profit taking membayangi pergerakan IHSG.  IHSG berpotensi menguat terbatas pada hari ini di rentang6.280-6.350.

Global Update

Bursa Wall Street ditutup menguat setelah mencerna berita perdagangan AS-China bersama dengan program pembelian obligasi yang diumumkan Bank Sentral Eropa. DJIA menguat +0,17% menjadi 27.182,45, membukukan penguatan beruntun tujuh hari, S&P 500 menguat +0,29% menjadi 3.009,57, sedangkan Nasdaq meningkat 0,3% poin menjadi 8.194,47.Presiden Donald Trump sepakat untuk menunda kenaikan tarif tambahan untuk barang-barang China selama dua pekan senilai US$ 250 miliar yang  akan dimulai pada 1 Oktober. Dari Eropa, mayoritas ditutup menguat dengan Stoxx 600 +0.2% ke level 390,48. Presiden Mario Draghi mengumumkan bahwa ECB akan memangkas suku bunga simpanan utamanya sebesar 10bp menjadi -0,5%, sesuai dengan ekspektasi. Dari komoditas harga minyak mentah melemah -1.1% ke US$ 55,1/barel, setelah OPEC dan sekutunya mendesak para anggotanya untuk mematuhi pemotongan produksi yang dijanjikan dan Badan Energi Internasional. Sementara itu, International Energy Administratoin (IEA) mengatakan OPEC tengah menghadapi tekanan karena pasokan dari kompetitor di AS meningkat. 

News Highlights

  Ø   ADHI bukukan kontrak baru Rp 6,8 triliun

  Ø   Pefindo pertahankan rating SMRA idA

  Ø   TLKM gandeng KB Kookminkembangkan start-up

  Ø   PSSI Rights Issue 402,68 JutaSaham

  Ø   ItamaRanorayaBidikRp 150 M dari IPO

  Ø   DEWA targetkan produksi 17 Juta Ton

  Ø   Pefindo tegaskan rating BNGA di level AAA

  Ø   MDKA cetak laba bersih 1H19 US$ 42,3 juta 

Berita Emiten

Friday , 13 Sep 2019 08:52

ADHI bukukan kontrak baru Rp 6,8 triliun

ADHI membukukan perolehan kontrak baru hingga 8M19 senilai Rp 6,8 triliun hanya mencapai 23% dari target kontrak baru tahun ini senilai Rp 30 triliun. Kontrak baru yang diperoleh di bulan Agustus 2019 berasal dari proyek pembangunan dermaga di Surabaya dan Rumah Sakit Harapan Kita.

Pefindo pertahankan rating SMRA idA

Lembaga PT Pefindo juga mempertahankan peringkat Sukuk Ijarah I Fase II tahun 2014 SMRA di level id A(sy).pemeringkat rating, PT Pefindo mempertahankan peringkat idA dengan outlook stabil kepada SMRA atas Obligasi Berkelanjutan II tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan II Fase II tahun 2017 dan Obligasi Berkelanjutan III tahun 2018.

TLKM gandeng KB Kookmin kembangkan start-up

TLKM melalui unit bisnis modal ventura, MDI Ventures akan menandatangani kerjasama dengan bank asal Korea Selatan, KB Kookmin Bank di 3Q19 untuk memperoleh dana senilai US$ 100 juta guna mendukung transformasi digital Telkom Group.

PSSI Rights Issue 402,68 Juta Saham

PSSI  akan melaksanakan penambahan modal untuk mendanai pembelian kapal senilai US$7,52 juta atau sekitar Rp106,85 miliar. Perseroan merencanakan untuk menerbitkan saham dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dengan jumlah sebanyak-banyaknya 402,68 juta saham atau sebesar 8,00% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. 

Itama Ranoraya Bidik Rp 150 M dari IPO

PT Itama Ranoraya Tbk menargetkan perolehan dana Rp 126 miliar hingga Rp 150 miliar dari penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham. Perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritasdan PT BNI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

DEWA targetkan produksi batubara 17 juta ton tahunini

DEWA menagetkan pengerjaan produksi batubara tahun ini sebanyak 17 juta ton naik sebesar 26% YoY dibandingkan dengan produksi batubara tahun lalu sebanyak 13,5 juta ton. Hingga 7M19, perseoran telah merealisasikan produksi batubara sebanyak 8,4 juta mencapai 50% dari target perseroan tahun ini.

Pefindo tegaskan rating BNGA di level AAA

Lembaga pemeringkat rating, PT Pefindo menegaskan peringkat utang BNGI pada level AAA yang mencerminkan dukungan yang kuat dari CIMB Group Holdings BHd dan solidnya struktur permodalan perseroan.

MDKA cetak laba bersih 1H19 US$ 42,3 juta

MDKA membukukan pendapatan 1H19 senilai US$ 191,8 juta naik sebesar 66,9% YoY dibandingkan dengan pendapatan 1H18 senilai US$ 114,9 juta. Laba bersih perseroan pada periode yang sama naik 29,8% YoY dari US$ 32,6 juta menjadi US$ 42,3 juta.