Daily Views

Bursa Hari Ini

Monday , 21 Jan 2019 09:40

Market Movement

IHSG pada perdagangan akhir pekan ditutup naik terbatas sebesar 0,4% berada pada level 6.448,2 ditopang masih maraknya aksi akumulasi saham yang dimotori oleh aksi beli investor asing dengan membukukan transaksi net buy senilai Rp 928 miliar. Alhasil, secara YTD 2019, total akumulasi net buy investor asing mencapai senilai Rp 10 triliun. Terbatasnya kenaikan IHSG diwarnai adanya aksi tekanan jual investor yang melanda saham-saham berbasis sektoeal konsumer, industri dasar, manufaktur, perkebunan dan properti. Sementara itu, indeks sektroal finansial, infrastruktur, perdagangan, aneka industri dan pertambangan ditutup pada teritori hijau. IHSG pada perdagangan hari ini kami perkirakan pergerakannya masih bersifat terbatas jelang rilis kinerja keuangan 4Q18 dengan kisaran antara 6.400-6.475.

Global Update

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan akhir pekan kemarin berhasil kompak ditutup menguat cukup signifikan sejalan dengan optimisme investor atas semakin meredanya tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok dimana Wakil Presiden Tiongkok, Liu He akan melakukan pembicaraan lanjutan untuk menemukan kata sepakat hubungan dagang kedua negara pada 30-31 Januari 2019 di AS. Mengutip berita Bloomberg, Tiongkok kemungkinan berencana akan meningkatkan impor barang dari AS dengan nilai lebih dari US$ 1 triliun hingga 2024 untuk mengurang surpus Tiongkok dengan AS. Sementara itu, harga minyak dunia ditutup naik signifikan 3,3% menuju ke level US$ 53,8 per barel turut memberikan andil penguatan saham sektoral energi. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing ditutup naik sebesar 1,4% dan 1,3% sedangkan indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masing-masing ditutup naik di level 6.968,3 dan 3.134,9. 

News Highlights                               

Ø  Penjualan JPFA Tumbuh 15,5%

Ø  ITMG Anggarkan US$122 Juta

Ø  TOTO Incar Pertumbuhan 3,5%

Ø  DEAL Bidik Kontrak Rp347 Miliar

Ø  KKGI Mengejar Volume Produksi 4 Juta Ton Batubara

Ø  PSAB jajaki private placement Rp 534 miliar

Ø  WIKA targetkan laba bersih 2019 Rp 3,01 triliun

Ø  BUMN Karya Siapkan Capex Rp55,8 T

Ø  Harga Obat Paten Berpeluang Naik 20%

Ekspor Mobil Diproyeksi Meningkat 20% 

Berita Emiten

Monday , 21 Jan 2019 09:43

Penjualan JPFA Tumbuh 15,5%

JPFA mengantongi pendapatan sementara Rp34 triliun pada 2018 atau tumbuh 15,5% YoY. Adapun capex yang dialokasikan tahun ini mencapai Rp3 triliun untuk kegiatan usaha perunggasan, pemeliharaan dan perbaikan.

ITMG Anggarkan US$122 Juta

ITMG pada tahun ini menganggarkan capex US$122 juta, yang akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur, peningkatan kapasitas mesin, dan peralatan tambang. Dana capex akan berasal dari kas internal perseroan yang saat ini mencapai US$300 juta. Adapun tahun ini perseroan menargetkan produksi batubara sebesar 24 juta ton dengan penjualan 23-23,5 juta ton.

TOTO Incar Pertumbuhan 3,5%

TOTO menargetkan penjualan pada tahun ini mencapai Rp2,3 triliun atau tumbuh tipis 3,5% YoY, dengan meningkatkan penjualan ekspor, dan laba bersih dipatok mencapai Rp390 miliar.

DEAL Bidik Kontrak Rp347 Miliar

DEAL menargetkan nilai realisasi kontrak pada tahun ini mencapai Rp347 miliar, tumbuh lebih dari 330% YoY dibandingkan proyeksi 2018 sebesar Rp80 miliar, didukung oleh entitas anak yang lebih agresif memburu kontrak baru, pasca disuntik modal oleh perseroan setelah IPO. 

KKGI Mengejar Volume Produksi 4 Juta Ton Batubara

KKGI membidik volume produksi batubara sebanyak 4 juta metric ton (mt) sepanjang tahun ini. Target tersebut 60% lebih tinggi ketimbang target produksi mereka tahun lalu yang mencapai2,5 juta mt batubara.

PSAB jajaki private placement Rp 534 miliar

PSAB tengah menjajaki penerbitan saham baru sebanyak 2,65 miliar lembar (10%) melalui mekanisme private placement dengan target perolehan dana senilai Rp 534 miliar. Dana yang diperoleh akan digunakan perseroan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

WIKA targetkan laba bersih 2019 Rp 3,01 triliun

WIKA menargetkan perolehan pendapatan dan laba bersih tahun ini masing-masing senilai Rp 42,13 triliun dan Rp 3,01 triliun yang akan target perolehan kontrak baru tahun 2019 senilai total Rp 66,7 triliun.