Daily Views

Bursa Hari Ini

Tuesday , 23 Jul 2019 09:05

Market Movement

IHSG pada perdagangan awal pekan mengalami tekanan jual signifikan yang dilakukan oleh investor di hampir keseluruhan indeks sektoral sehingga ditutup terkoreksi sebesar 0,4% di level 6.433,5. Hanya tercatat saham-saham sektoral finansial dan industri dasara yang ditutup menguat berkat adanya aksi selektive buy investor sehingga mampu menahan laju koreksi yang terjadi. Saham-saham berbasis sektoral konsumer, perdagangan, perkebunan, properti, infrastruktur dan manufaktur ditutup terkoreksi yang sekaligus menjadi penggerak utama koreksi IHSG. Investor asing kembali membukukan transaksi net sell senilai Rp 209 miliar sedangkan nilai tukar Rupiah ditutup sedikit melemah ke level Rp 13.962,- per dolar AS.Sementara itu, bursa Asia pada perdagangan hari ini dibuka menguat dimana indeks Nikkei dan KOSPI masing-masing naik sebesar 0,8% dan 0,3%. Untuk IHSG sendiri pada perdagangan hari ini kami perkirakan masih akan bergerak terbatas antara 6.400 – 6.460 dengan potensi melanjutkan koreksi yang terjadi.

Global Update

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan awal pekan tadi malam ditutup menguat cenderung berada pada kisaran yang sempit terkecuali indeks Nasdaq yang ditutup naik 0,7% berada di level 8.204,1 ditopang oleh rally penguatan saham-saham berbasis IT antara lain Facebook, Amazon dan Alphabet Inc sembari menanti rilis kinerja 2Q19 pekan ini. Penguatan burs global juga dikontribusikan dan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS, FFR sebesra 25 bps dalam pertemuan FOMC pekan depan. Bank Sentral Eropa pun diperkirakan berpeluang memangkas suku bunga acuaannya sebesar 10 bps. Sementara itu, saham Boeing mengalami koreksi 1% pasca Fitch Rating menurunkan outlook peringkat utang Boeing dari stable ke negative. Indeks Dow Jones dan FTSE 100 masing-masing ditutup naik tipis ke level 27.171,9 dan 7.514,9. 

News Highlights                               

Ø  1H19, Penjualan semen SMGR 11,2 juta Ton

Ø  NIKL Raih Laba US$2,41 Juta di Semester I/2019

Ø  PEHA Incar Dana Rights Issue Rp1,1 T

Ø  1H18 Laba PEHA Meningkat 27 %

Ø  BEEF menargetkan membuka 10 jaringan distribusi baru tahun ini

Ø  FOOD Diversifikasi Produk

Ø  Penjualan SIDO Tumbuh 10,7%

Ø  TCPI Raih Kontrak Baru Rp76 Miliar

Ø  Hingga Juni, Kontrak Baru PPRE Capai Rp2,2 T

Ø  Volume Produksi INCO TUrun 15%

Ø  SKYB Siapkan 2 Anak Usaha IPO

Ø  Laba MTDL Tumbuh 27,4% YoY

Ø  Fitch Naikkan Rating LPKR

Ø  URBN Borong Lahan di Cawang Rp362 Miliar

Ø  SSIA Siap Lunasi Obligasi Rp510 miliar

Ø  Konsumsi Semen 1H19 Anjlok 25,53% 

Berita Emiten

Tuesday , 23 Jul 2019 09:09

1H19, Penjualan semen SMGR 11,2 juta Ton

Sepanjang 1H19, SMGR membukukan volume penjualan sebesar 11,2 juta ton, turun 5,14% YoY terutama akibat beberapa proyek swasta maupun proyek pemerintah yang tertahan momentum Pemilu dan libur Lebaran.

NIKL Raih Laba US$2,41 Juta di Semester I/2019

NIKL mampu mencetak laba bersih sebesar US$2,41 juta pada 1H19, setelah merugi US$1,50 juta pada 1H18. Penjualan bersih sebesar US$83,1 juta, naik 1,60% dibandingkan dengan penjualan bersih 1H18 sebesar US$81,79 juta.

PEHA Incar Dana Rights Issue Rp1,1 T

PEHA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 862,75 juta saham baru dengan target perolehan dana Rp1,1 triliun melalui aksi rights issue. Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk akuisisi kepemilikan saham di RS Permata Cirebon dan refinancing pinjaman. Ke depan, perseroan jgua akan mengakuisisi apotek dan investasi manufaktur di obat generic berlogo dan obat bebas, serta masuk ke bisnis skincare antiaging dengan bekerjasama dengan Universitas Airlangga.

1H18 Laba PEHA Meningkat 27 %

PEHA hingga 1H19 membukukan laba bersih mencapai sekitar Rp119,6 miliar atau tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp94,3 miliar.

BEEF menargetkan membuka 10 jaringan distribusi baru tahun ini

BEEF, menargetkan membuka 10 jaringan distribusi baru di 2019. Hingga akhir 1H19, realisasi jaringan distribusi mencapai 40%.

FOOD Diversifikasi Produk

FOOD akan menambah lini bisnis olahan ikan, setelah menjual produk daging ayam baru-baru ini, sebagai langkah diversifikasi demi memperluas cakupan perseroan di pasar daging olahan. Saat ini perseroan tengah menanti sertifikasi dari BPOM untuk olahan ikan yang diharapkan bisa rampung pada 3Q19 ini. Saat ini, total kapasitas produksi perseroan mencapai 150-200 ton per bulan.

Penjualan SIDO Tumbuh 10,7%

Penjualan SIDO sepanjang 1H19 tercatat tumbuh 10,66% YoY dari Rp1,27 triliun pada 1H18 menjadi Rp1,41 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan tumbuh 28,2% YoY dari Rp288,0 miliar menjadi Rp374,12 miliar.

TCPI Raih Kontrak Baru Rp76 Miliar

TCPI berhasil mendapatkan kontrak baru senilai Rp76 miliar untuk jangka waktu 3 tahun meliputi jasa pengangkutan CPO menggunakan tug and barge boat (TNB) mulai dari 1 Agustus 2019. 

Hingga Juni, Kontrak Baru PPRE Capai Rp2,2 T

Kontrak baru PPRE hingga 1H19 mencapai Rp2,2 triliun, atau setara 37,93% dari target tahun ini Rp5,8 triliun. Di 2H19, perseroan akan memeproleh feeding kontrak baru dari induk usaha, PTPP, antaralain proyek beberapa bendungan seperti Bendungan Manikin, Bendungan Way Apu, Bendungan Tamblang Bali, dan Bendungan Bener senilai masing-masing Rp150-500 miliar, serta proyek tol Semarang-Demak, RDMP Balikpapan, dan jalan KA Makassar-Parepare.

Volume Produksi INCO TUrun 15%

INCO melaporkan volume produksi nikel tercatat 30.711 ton nikel dalam matte pada 1H19, turun 15% dari 36.034 pada 1H18, disebabkan kombinasi adanya aktivitas pemeliharaan yang telah direncanakan terkait dengan Larona Canal Relining, shutdown pabrik dan masalah-maslaah di tanur listrik yang tidak terencana pada 2019. Meski demikian, perseroan optimis target produksi 71.000-73.000 ton nikel dalam matte tahun ini bisa tercapai, seiring dengan aktivitas pemeliharaan yang direncanakan sudah selesai.

SKYB Siapkan 2 Anak Usaha IPO

SKYB akan mengantarkan 2 anak usahanya yakni perusahaan hiburan PT Media Delapan Visual (NorthCliff Media Entertainment) dan perusahaan property PT NorthCliff Development untuk menggelar IPO pada tahun ini, dengan target dana Rp1 triliun. Saat ini persroan tengah dalam tahap negosiasi untuk melaksanakan konsorsium terkait penjamin pelaksana emisi efek dan investment banking.

Laba MTDL Tumbuh 27,4% YoY

Sepanjang 1H19, MTDL mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,16 triliun, tumbuh 13,71% YoY dari Rp5,42 triliun di 1H18. Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan tumbuh 27,4% YoY dari Rp170,37 miliar menjadi Rp217,06 miliar di 1H19.

Fitch Naikkan Rating LPKR

Fitch Ratings menaikkan peringkat kredit jangka panjang mata uang asing dan lokal LPKR dari CCC+ menjadi B-, dan peringkat nasional jangka panjang perseroan menjadi BB+ (idn) dari BB- (idn) dengna prospek stabil. Penguatan likuiditas LPKR serta terbatasnya risiko pembiyaaan kembali merupakan 2 faktor utama peningkatan peringkat ini. LPKR dinilai memiliki fleksibilitas pembiayaan yang memadai untuk emenuhi biaya operasional serta beban bunga dan pembayaran utang saat jatuh tempo hingga akhir 2020.

URBN Borong Lahan di Cawang Rp362 Miliar

URBN mengakuisisi 61 bidang lahan di kawasan Cawang, Jakarta Timur senilai Rp362,1 miliar untuk mendukung kegiatan bisnis perseroan.

SSIA Siap Lunasi Obligasi Rp510 miliar

SSIA telah menyiapkan dana dari aks internal untuk melunasi Seri A Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2016 tahap I perseroan senilai Rp510 miliar yang akan jatuh tempo pada 22 September 2019 ini.