Daily Views

Bursa Hari Ini

Wednesday, 20 Nov 2019 08:46

Market Movement

IHSG ditutup menguat +0,48% ke level 6.152 dengan sektor industri dasar (+1,25%) dan finansial (+1,01%) menjadi penopang utama. Investor asing mencatatkan Net Buy Rp 204,88 miliar dengan Rupiah melemah -0,11% ke level Rp14.085. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali menurunkan tingkat bunga penjaminan sebesar 25 bps menjadi 6,25% untuk simpanan rupiah di bank umum. Penurunan ini sejalan dengan penurunan suku bunga simpanan setelah BI menurunkan suku bunga acuannya dengan total 100 bps menjadi 5% untuk tahun ini. Pagi ini bursa Regional dibuka mixed cenderung  flat  dengan Hang Seng dan Nikkei masing masing +1,55% dan +0,051%. Sentimen penurunan suku bunga yang dilakukan LPS dan masih adanya kekhawatiran mengenai perang dagang mewarnai pergerakan IHSG hari ini. IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya dengan kisaran 6.120-6.215.

Global Update

Bursa AS ditutup variatif dengan DJIA turun dari rekor tertinggi di tengah kejatuhan saham Home Depot dan Boeing. Saham Home Depot turun 5,4% setelah penjualanan SSSG yang dibawah estimasi. Di sisi lain, China pesimis tentang kesepakatan dengan AS merespon perbedaan pandangan tentang pembatalan tarif. Trump mengatakan akan mengenakan tarif, bahkan lebih tinggi terhadap China, jika kesepakatan tidak tercapai. Hal ini menambah kekhawatiran di pasar global. Saat ini investor tertuju pada optimisme terhadap laporan data penjualan sejalan dengan  fenomena "Black Friday”. Dari Eropa, Stoxx 600 ditutup melemah setelah di awal sesi mencapai level tertinggi sejak Mei 2015. Fokus di Inggris tetap pada kampanye politik.  Kubu oposisi Inggris, Partai Buruh, memfokuskan para miliarder, menjanjikan redistribusi kekayaan secara radikal. Dari komoditas, harga minyak mentah ditutup melemah seiring kegelisahan pasar terhadap terbatasnya progres negosiasi perdagangan AS-China dan kenaikan persediaan minyak AS juga menjadi sentimen negatif. Minyak Brent drop 26 sen ke US$62,18 per barel dan WTI turun 32 sen ke level US$ 56,73 per barel.  

News Highlights

Ø  INCO dan Sumitomo Bangun Smelter Pomalaa

Ø  SRIL Lunasi Senior Note US$ 188 Juta

Ø  ABMM Suntik US$60 Juta ke Perusahaan Tambang di Kalimantan Selatan

Ø  PT Palma Serasih Tbk Tetapkan Harga IPO Rp 105 Per Saham

Ø  JSMR Raih Pinjaman Sindikasi Bank Rp 2,3 T

KEJU Akan Listing Senin Depan 

Berita Emiten

Wednesday, 20 Nov 2019 08:49

INCO dan Sumitomo Bangun Smelter Pomalaa

INCO menggandeng mitra strategis Sumitomo Metal Mining Co Ltd segera menyelesaikam feasibility study proyek pembangunan pengolahan nikel (smelter) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara pada kahir tahun ini dengan total nilai investasi US$ 2,8 miliar.

SRIL Lunasi Senior Note US$ 188 Juta

SRIL mempercepat pelunasan senior note anak perusahaan, Golden Legacy Pte Ltd senilai US$ 188 juta yang memiliki jatuh tempo pada tahun 2021. Sumber pendanaan pelunasan ini diambil dari dana hasil penerbitan obligasi global pada Oktober 2019 senilai US$ 225 juta dengan kupon 7,25% dan jatuh tempo 2025.

ABMM Suntik US$60 Juta ke Perusahaan Tambang di Kalimantan Selatan

ABMM menyuntikkan modal senilai US$ 60 juta atau setara dengan Rp 846 miliar ke PT Multi Harapan Utama (MHU).

PT Palma Serasih Tbk Tetapkan Harga IPO Rp 105 Per Saham

PT Palma Serasih Tbk menetapkan harga pelaksanaan IPO sebesar Rp 105 per saham dengan melepas saham sebanyak 2,85 miliar lembar sehingga total dana yang diperoleh senilai Rp 299 miliar yang akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan memperkuat modal kerja. Penjamin emisi IPO ini adalah PT Jasa Utama Capital Sekuritas. 

JSMR Raih Pinjaman Sindikasi Bank Rp 2,3 T

JSMR melalui anak usahanya , PT Cinere Serpong Jaya, mengantongi fasilitas pinjaman sebesar Rp 2,3 triliun dari tiga bank nasional. Tiga bank yang menyalurkan sumbangan tersebut terdiri atas Bank Mandiri Tbk, Bank Negara Indonesia Tbk, dan Bank Central Asia Tbk.

KEJU Akan Listing Senin Depan

Senin depan, produsen keju Prochiz, PT Mulia Boga Raya yang menyandang kode saham KEJU akan listing di bursa. KEJU menawarkan 100 juta unit saham dengan harga IPO Rp 750 per saham sehingga target dana yang akan dicapai adalah Rp 75 miliar. Penjamin pelaksana emisi efek yang ditunjuk adalah PT Lotus Andalan Sekuritas.