Daily Views

Bursa Hari Ini

Tuesday , 21 May 2019 09:27

Market Movement

IHSG pada perdagangan awal pekan kemarin mengalami rebound yang kemudian ditutup naik sebesar 1,4% berada di level 5.907,1 pasca kondisi koreksi yang signifikan dalam beberapa hari perdagangan. Aksi akumulasi saham marak terjadi pada saham-saham berbasis sektoral aneka industri, industri dasar, infrastruktur, finansial, manufaktur dan pertambangan. Hanya tercatat saham-saham berbasis sektoral perkebunan ditutup terkoreksi akibat adanya aksi ambil untung. Namun demikan, investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 643 miliar sedangkan nilai tukar Rupiah ditutup stagnan berada pada level Rp 14.455,- per dolar AS. Sementara pada pagi ini, bursa Asia dibuka cenderung bervariasi dimana indeks Nikkei melemah 0,3% sedangkan indeks KOSPI naik 0,6%. Sentimen masih memanasnya tensi perang dagang AS-Tiongkok dengan diberlakukannya black list produk telekomunikasi Huawei oleh AS masih menjadi key risk pergerakan bursa global. IHSG sendiri pada hari ini kami perkirakan bergerak volatile dalam kisaran yang terbatas antara 5.850 – 5.960 dengan peluang melanjutkan rebound yang terjadi pasca pengumuman resmi KPU atas hasil Pilpres 2019 dimana pasangan Joko Widodo-Ma’aruf Amin memperoleh suara 55,5% sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Unod memperoleh 44,5%.

Global Update

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan awal pekan tadi malam ditutup terkoreksi signifikan dikontribusikan dari koreksi saham-saham berbasis teknologi dan telekomunikasi pasca pemerintah AS memberlakukan black list atas produk-produk telekomunikasi dari Tiongkok, terutama dari produsen Huawei Technologies Co Ltd. Alphabet Inc, Intel Corp, Qualcomm, Xilinx Inc dan Broadcom Inc tidak akan memasok produk telekomunikasi Tiongkok hingga pengumuman lebih lanjut sehingga Index semikonduktor Philadelphia anjlok signifikan hingga ke level terendahnya dalam 2 bulan terakhir. Hal ini mendasari semakin memanasnya tensi perang dagang AS-Tiongkok ditengah negosiasi yang masih berlangsung sehingga memberikan kontribusi ketidakpastian global. Indeks Nasdaq dan Dj Euro Stoxx masing-masing ditutup terkoreksi sebesar 1,5% dan 1,6% berada pada level 7.702,4 dan level 3.369,8. 

News Highlights                               

Ø  MNCN Incar Pendapatan Iklan Digital Naik 100%

Ø  ERAA Muluskan Izin Impor

Ø  ASSA Serap Capex Rp300 M

Ø  SMRU Raih Kontrak dari Berau Coal

Ø  Pendapatan TCID Naik 6,1%

Ø  EKAD Bidik Kenaikan 10%

Ø  EKAD Bagi Dividen Rp30/ saham

Ø  4M19, WTON Raih Kontrak Rp1,8 triliun

Ø  ANTM jajaki proyek hilirisasi US$ 13,2 miliar

Ø  BKDP lakukan private placement

Ø  META Bakal Bangun Ruas Cikunir-Ulujami 28,86 Km

Ø  MDKA produksi 46.515 oz emas pada 1Q19 

Berita Emiten

Tuesday , 21 May 2019 09:31

MNCN Incar Pendapatan Iklan Digital Naik 100%

MNCN menargetkan pendapatan dari iklan digital naik 100% dalam setahun, salah satunya dengan meningkatkan pendapatan iklan kreatif sebesar 50% dari realisasi tahun lalu Rp200 miliar menjadi Rp300 miliar. Sejak tahun lalu, perseroan secara agresif memperluas format periklanan ke iklan kreatif seperti built-in, iklan virtual, dan squeeze frame, serta mengembangkan aktivitas digital meliputi seluler digital, portal online, konten digital (media sosial), dan lisensi perpustakaan konten untuk over the top dan platform streaming lainnya.

ERAA Muluskan Izin Impor

ERAA kembali mengadakan RUPSLB kemarin (20/5) untuk menyesuaikan bisnis perusahaan dengan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), dimana perseroan resmi memasukkan kategori usaha sesuai dengan kategori terbaru no. 71201, yakni sebagai penyedia jasa sertifikasi ke dalam anggaran dasar perseroan. Penambahan KBLI ini dibutuhkan agar perseroan dapat mengajukan tanda pendaftaran produk (TPP) pada Kemenperin dan dapat melanjutkan permohonan persetujuan impor pada Kemendag.

ASSA Serap Capex Rp300 M

ASSA telah menyerap capex sekitar Rp300 miliar hingga 3M19, yang mayoritas digunakan untuk 1.089 unit  kendaraan baru berupa Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan blid van. Atapun total alokasi capex tahun ini mencapai Rp1,6 triliun, yang berasal dari pinjaman bank dan kas internal yang akan digunakan untuk membeli 6.500 kendaraan sepanjang tahun 2019 serta mengembangkan bisnis lelang dan memperkuat lini bisnis digital.

SMRU Raih Kontrak dari Berau Coal

SMRU kembali meraih kontrak jasa penambangan baru dari PT Berau Coal sebanyak 100 juta bcm yang berlokasi di Sambarata Blok B East, Kalimantan Timur. Jadwal penandatanganan kerjsama direncanakan pada 2H19, dan memiliki durasi 4-5 tahun.

Pendapatan TCID Naik 6,1%

Sepanjang 1Q19, TCID membukukan pendapatan bersih sebeasr Rp722,27 miliar atau tumbuh 6,1% YoY dari Rp681,55 miliar pada 1Q18 sementara laba bersih tercatat menjadi Rp71,48 miliar atau tumbuh 4,9% YoY. Adapun tahun ini perseroan menganggarkan capex Rp100-200 miliar yang akan digunakan sebagian besar untuk revitalisasi mesin secara regular.

 

EKAD Bidik Kenaikan 10%

EKAD membidik kenaikan penjualan dan laba bersih masing-masing sebesar 10% pada tahun ini dari Rp739,58 miliar dan Rp72,36 miliar menjadi sekitar Rp813,54 miliar dan Rp79,59 miliar. Perseroan menyasar pertumbuhan organic dengan terus menambah kantor cabang dan 4 stock point baru.

EKAD Bagi Dividen Rp30/ saham

EKAD akan membagikan dividen tunai sebanyak Rp30 per saham, atau setara dengan rasio DPR 29% terhadap total laba bersih 2018 senilai Rp72,36 miliar. 

4M19, WTON Raih Kontrak Rp1,8 triliun

Sepanjang 4M19, WTON meraih 2 kontrak dari indusk usaha, yakni Bogor Outer Ring Road senilai Rp157 miliar dan Bandar Udara Kulon Progo Rp136 miliar, serta beberapa kontrak baru dari luar induk usaha dengan nilai masing-masing dibawah Rp80 miliar, sehingga total kontrak yang diperoleh mencapai Rp1,8 triliun. Dengan demikian, perseroan telah merealisasikan 19,84% dari target kontrak baru tahun ini Rp9,07 triliun.

ANTM jajaki proyek hilirisasi US$ 13,2 miliar

ANTM tengah menjajaki kerjasama dengan dua mitra strategis asal Tiongkok yakni Shandong Xinhai Technology dan Huayou Cobalt untuk mengerjakan proyek pabrik nikel beserta produk hilirisasi tambang dengan total nilai investasi US$ 6 miliar hingga US$ 13,2 miliar.Dengan Shandong, perseoran akan menggarap proyek nikel di Pulau Gag, Papua, sementara dengan Zhejiang perseroan akan membangun pabrik yang memproses nikel menjadi katoda untuk bahan baku baterai.

BKDP lakukan private placement

BKDP berencana melakukan private placement sebanyak 10% modal disetor dimana dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai pembangunan hotel di Surabaya.

META Bakal Bangun Ruas Cikunir-Ulujami 28,86 Km

META telah mengusulkan pembangunan jalan tol prakarsa ruas Cikunir-Ulujami sepanjang 28,86 kilometer yang masuk dalam jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) III. Saat ini, perusahaan telah mendapat izin prinsip pra-studi kelayakan sejak Desember 2018.

MDKA produksi 46.515 oz emas pada 1Q19

MDKA membidik target produksi pada tahun ini berkisar 180.000-200.000 Oz emas sepanjang 2019. Adapun produksi sampai 1Q19 sejumlah 46.515 Oz emas, 63,977 Oz perak, dan 4.616 ton tembaga.