Daily Views

Bursa Hari Ini

Thursday , 09 Apr 2020 07:13
MARKET MOVEMENT
IHSG ditutup melemah 3,18% atau 151,94 poin ke level Rp 4.626,695 pada perdagangan Rabu (8/4). Investor asing kembali mencatatkan Net Sell Rp 328 miliar sehingga total YTD 2020 Net sell adalah Rp 12,13 triliun. Sementara, nilai tukar rupiah terus menunjukkan penguatan hingga ke level Rp 16.245. Keseluruhan indeks sektoral IHSG ditutup negatif dipimpin oleh saham sektoral aneka industri, properti, infrastruktur, konsumer, manufaktur, industri dasar, pertanian, konsumer dan finansial. Tingkat kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia kembali meningkat 218 kasus menjadi 2.956 per Rabu (8/4) dengan persentase pasien sembuh dan meninggal 8% masing-masing sebanyak 204 jiwa dan 221 jiwa. IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak bervariasi di kisaran 4.525-4.835.
 
GLOBAL UPDATE
Bursa AS ditutup menguat dengan adanya optimisme investor merespon tambahan dana untuk usaha kecil dan keluarnya Senator Bernie Sanders dari pemilihan presiden, mendorong naik harga minyak jelang pertemuan virtual OPEC. DJIA meningkat 3,44% ke level 23.433,57, Indeks S&P 500 juga mengalami peningkatan 3,41% ke level 2.749,98, sementara Nasdaq naik 2,58% ke level 8090,90. Data kasus positif Covid-19 secara global telah mencapai 1.504 ribu kasus, dengan total pasien sembuh 316 ribu dan meninggal sebanyak 87 ribu jiwa per Rabu (8/4). Harga minyak WTI mengalami peningkatan ke level $26.23 per barel dengan harapan adanya keputusan terkait pemangkasan produksi, sehari menjelang pertemuan virtual OPEC. Sementara itu, White House dan Senat mencapai kesepakatan terkait tambahan dana untuk mendukung usaha kecil sebesar $ 251 miliar. Dari sisi lain, bursa Eropa ditutup melemah setelah jumlah kematian akibat virus Covid-19 kembali meningkat di Spanyol, sementara Prancis menjadi negara keempat yang melaporkan jumlah kematian lebih dari 10.000. Bank sentral Prancis memperkirakan bahwa ekonomi negara mengalami kontraksi sebesar 6% pada kuartal pertama, menandai tingkat kontraksi kuartal terbesar sejak Perang Dunia II. Dari sisi Asia, Indeks Kospi turun 0,9% ke level 1807.14 meski Presiden Moon Jae-In telah mengumumkan paket stimulus tambahan sebesar 17,7 triliun won dan tambahan pinjaman senilai 36 triliun won ($ 29,5 miliar) bagi para eksportir yang terkena dampak virus Covid-19 pada pertemuan dengan para kepala ekonomi di pagi hari.
 

 

NEWS HIGHLIGHTS
- CENT Terbitkan Obligasi Global US$ 500 Juta
- INDY Siapkan Dana Buyback Saham Rp 300 Miliar
- Sejumlah Proyek WTON Mulai Ditunda
- ADHI Menggenggam Kontrak Baru Rp 2,5 Triliun di 1Q20
- PGAS Terapkan Catat Meter Mandiri dan Pembayaran Gas Online
- BUMI Kembali Cicil Pembayaran Utang Tranche A 

Berita Emiten

Thursday , 09 Apr 2020 07:18
CENT Terbitkan Obligasi Global US$ 500 Juta
CENT melalui anak perusahaan PT Centratama Menara Indonesia akan menerbitkan obligasi global senilai US$ 500 juta yang akan digunakan untuk membiayai pelunasan pinjaman perseroan.
 
INDY Siapkan Dana Buyback Saham Rp 300 Miliar
INDY akan melakukan buyback saham senilai total Rp 300 miliar dalam periode 9 April 2020 hingga 8 Juli 2020 akibat anjloknya harga saham perseroan sebesar 36,8% terdampak pandemi Covid19.
 
Sejumlah Proyek WTON Mulai Ditunda
Akibat adanya pandemi virus Corona beberapa proyek WTON mulai ditunda pelaksanaannya sehingga penjualan perseroan berpotensi terkoreksi. Sebelumnya  WTON menargetkan bisa membukukan penjualan sebesar Rp 9,49 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 561,2 miliar. Tapi menimbang situasi yang ada,  WTON  membuka kemungkinan untuk merevisi target penjualan untuk tahun ini.
 

 

ADHI Menggenggam Kontrak Baru Rp 2,5 Triliun di 1Q20
ADHI Memperoleh Nilai Kontrak Baru sebesar Rp 2,5 triliun pada kuartal pertama 2020. Realisasi tersebut setara 7,14% dari target kontrak baru  ADHI sepanjang 2020. Hingga Maret 2020, perolehan kontrak baru  ADHI didominasi oleh pembangunan jaringan gas perumahan di Aceh dan Sumatra Utara sebesar Rp 142,1 miliar dan pembangunan simpang susun di Sragen, Jawa Tengah sebesar Rp 129,4 miliar.
 
PGAS Terapkan Catat Meter Mandiri dan Pembayaran Gas Online
PGAS menerbitkan kebijakan terkait pencatatan pemakaian gas selama status darurat pandemi corona (Covid-19) untuk Pelanggan Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil. PGN meniadakan pelaksanaan pembacaan angka  stand meter  oleh petugas pencatat meter yang berlangsung mulai April hingga Mei 2020.
 
BUMI Kembali Cicil Pembayaran Utang Tranche A
BUMI telah membayar pokok dan bunga Tranche A senilai US$ 321,31 juta hingga kini. Penambahan tersebut setelah perseroan memproses pembayaran kesembilan senilai US$ 7,51 juta melalui agen fasilitas hari ini. Pembayaran yang sudah dilakukan terdiri atas poko utang Tranche A senilai US$ 195,8 juta dan bunga mencapai US$ 125,51 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayarkan.