Equity Research

Equity Detail

Tuesday , 06 Aug 2019 03:35

PDB RI 2Q19 tumbuh 5,05% YoY 

PDB RI tumbuh melambat di 2Q19
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) RI pada 2Q19 tumbuh sebesar 5,05% YoY mencapai senilai Rp 2.735 triliun yang ditopang oleh tingginya pertumbuhan sector informasi dan komunikasi (+9,6% YoY); kesehatan (+9,1% YoY); administrasi, pertahanan & sosial (+8,8% YoY); pendidikan (+6,3% YoY); transportasi & pergudangan (+5,8% YoY); konstruksi (+5,7% YoY); real estate (+5,7% YoY); akomodasi&makanminum (+5,5% YoY); danpertanian, kehutanan&perikanan (+5,3% YoY). Hampir keseluruhan sektoral lapangan usaha mengalami kenaikan kecuali sektoral pertambangan & penggalian yang tercatatmengalamikontraksi 0,7% YoY akibatrendahnyahargabatubara 1H19. Kami mencatatpertumbuhan PDB RI 2Q19 tersebut cenderung melambat apabila dibandingkan dengan pertumbuhan PDB 1Q19 (+5,07% YoY) dan PDB 2Q18 (+5,27% YoY) sejalan dengan outlook melambatnya pertumbuhan ekonomi global serta adanya efek Pilpres 2019.
 
Belanja konsumsi rumah tangga dominasi PDB RI
Berdasarkan klasifikasi pengeluaran, belanja konsumsi rumah tangga dan investasi barang modal di 2Q19 masing-masing tercatat mencapai senilai Rp 1.468 triliun (+5,17% YoY) dan Rp 870 triliun (+5,01% YoY) ditopang oleh kuatnya daya beli masyarakat (yang tercermin dari rendahnya inflasi) dan didukung oleh pembangunan proyek infrastruktur yang tengah berjalan. Realisasi belanja konsumsi rumah tangga dan investasi barang modal tersebut memberikan kontribusi masing-masing sebesar 56% dan 31% terhadap total PDB RI 2Q19. Namundemikian, kami mencatatbahwapertumbuhanbelanjainvestasibarang modal 2Q19 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan belanja investasi barang modal di 2Q18 (+5.85% YoY) sebagai akibat dari sikap wait & see investor atas Pilpres 2019 dan outlook melambatnya laju ekonomi global, terutama dari eskalasi ketidak pastian tensi perang dagang AS-Tiongkok.
 
PDB RI 2Q19 tumbuh 4,19% QoQ
Pada periode kuartalan, PDB RI 2Q19 tercatat meningkat sebesar 4,19% QoQ didongkrak oleh tingginya kenaikan belanja konsumsi Pemerintah (+36,24% QoQ). Sementara itu, belanja konsumsi rumah tangga hanya sedikit bertumbuh sebesar 1,73% QoQ sedangkan belanja investasi barang modal cenderung stagnan (+0,94% QoQ) terefleksikan dari sikap wait & see investor atas momen Pilpres 2019 dan melambatnya outlook ekonomi global terdampak ketegangan tensi perangdagang AS-Tiongkok.
 
PDB RI 2019 kami proyeksikan tumbuh 5,2% YoY

Kami memproyeksikan pertumbuhan PDB RI tahun ini sebesar 5,2% YoY cenderung flat dengan realisasi pertumbuhan PDB RI 2018 dan lebih rendah dibandingkan dengan asumsi pertumbuhan PDB RI dalam APBN 2019 yang sebesar 5,3% YoY. Hal ini dipicu oleh outlook perlambatan pertumbuhan ekonomi global terutama timbul dari kekhawatiran tensi perang dagang antara AS-Tiongkok. Kami melihat bahwa belanja investasi barang modal dan konsumsi rumah tangga yang solid kami harapkan dapat menyokong tercapainya target pertumbuhan PDB RI tahun ini yang didukung oleh ekspansifnya pembangunan proyek infrastruktur dan cenderung kuatnya daya beli masyarakat.

 

 

RingkasanEkonomiMakro

Periode

2015

2016

2017

2018

2019P

PDB

4,79%

5,03%

5,07%

5,17%

5,20%

Rupiah/US$ (Rp)

13.855

13.436

13.555

14.481

15.000

BI 7-day RRR (%)

-

4,75

4,25

6,00

6,25

Inflasi (%)

3,35

3,02

3,61

3,13

3,50

CA/PDB (%)

(2,06)

(1,80)

(1,70)

(2,98)

(3.25)

CadanganDevisa (US$ juta)

105.931

116.362

130.196

120.654

126,687

Sumber: Bank Indonesia, BPS danRiset Lotus Andalan